Menkeu: Asumsi Nilai Tukar Telah Perhitungkan Dinamika Global

Illustrasi. MI/RAMDANI.

Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut asumsi nilai tukar tahun depan telah mempertimbangkan dinamika global. Pemerintah menargetkan nilai tukar rupiah berada di level Rp14.400 per dolar Amerika Serikat (AS).

“Kami sampaikan bahwa memang perlu kita perhatikan dan bahas bersama sesuai dinamika yang saat ini terjadi dan antisipasi 2019,” kata Sri Mulyani dalam rapat dengan Komisi XI DPR, di Senayan, Jakarta, Kamis, 13 September 2018.

Menurut dia, berbagai dinamika yang masih mungkin terjadi tahun depan di antaranya adalah perang dagang serta kebijakan suku bunga AS. Bahkan tahun depan suku bunga bank sentral AS, the Fed, diprediksi naik dua kali sehingga perlu diantisipasi.

Dirinya menambahkan, perang dagang negara maju memang tidak secara langsung kepada pergerakan nilai tukar. Namun secara psikologis, perang dagang bisa mengganggu arus modal ke negara-negara berkembang termasuk Indonesia.

“Dampak dari sisi psikologis dan rebalancing fund manager ke negara berkembang dan emerging harus diantisipasi, kenaikan suku bunga, dan ketatanya likuiditas dolar, memberikan pengaruh psikologis arus modal ke dalam negeri,” jelas dia.

Pemerintah, lanjut dia, akan bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengantisipasi dampak pelemahan nilai tukar rupiah. Baik dalam upaya menyediakan suplai valuta asing hingga menjaga psikologis investor.

“Kita terus lakukan optimalisasi bauran kebiajakn untuk balance external faktor dengan kondisi dalam negeri agar demand dan supply devisa negara bisa tetap diseimbangakan dan faktor over shoot karena faktor psikologis bisa dikurangi,” pungkasnya.

(SAW)