Asia Timur Diharapkan jadi Mesin Pertumbuhan Global

Nusa Dua: Kawasan Asia Timur diharapkan menjadi mesin pertumbuhan global, mengacu pada perkembangannya yang luar biasa dalam beberapa dekade terakhir. Pada saat yang sama, pertumbuhan ekonomi Asia Timur juga diikuti kesuksesan menurunkan angka kemiskinan di hampir seluruh negara dalam waktu relatif singkat.

Saat menyampaikan sambutan pembukaan seminar ‘A Resurgent East Asia: Adapting to New Realities’ sebagai bagian Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut, Asia Timur tumbuh dua kali cepatnya seperti wilayah Asia lainnya, dan tiga kali lebih cepat daripada Amerika Latin dan Asia Tenggara.

“Pencapaian ini diasosiasikan dengan model pertumbuhan yang berkeadilan, terutama dikendalikan oleh keterbukaan ekonomi, investasi terhadap SDM, dan pemerintahan yang efektif,” ujar Ani, sapaan akrabnya, seperti dikutip dari Antara, Kamis, 11 Oktober 2018.

Dalam laporan yang dirilis Bank Dunia berjudul ‘A Resurgent East Asia: Navigating a Changing World’ disebutkan bahwa suksesnya Asia Timur mengubah statusnya dari ekonomi berpendapatan rendah ke berpendapatan menengah dipengaruhi antara lain bangkitnya Tiongkok yang saat ini menjadi negara dengan paritas daya beli tertinggi di dunia.

Tiongkok berkontribusi pada 12,8 persen dari total ekspor global dan 10,2 persen dari total impor global. Setengah abad lalu, negara-negara kawasan Asia Timur masih berhadapan dengan tantangan pembangunan saat sebagian besar warganya hanya bekerja di sektor pertanian.

Namun saat ini, masyarakat Asia Timur telah terlibat dalam berbagai aktivitas ekonomi dan berkontribusi kolektif pada hampir sepertiga PDB global. “Selain itu, kawasan Asia Timur telah menunjukkan ketahanannya di tengah krisis keuangan global pada 2008-2009,” kata Ani.

Salah satu kunci kesuksesan Asia Timur, menurut dia, adalah cepatnya industrialisasi di berbagai negara. “Vietnam dan Kamboja, misalnya, telah muncul sebagai hub manufaktur baru yang dicapai hanya dalam satu dekade,” pungkasnya.

(ABD)