Bank Sentral Tiongkok: Dampak Perang Dagang Signifikan

Gubernur Bank Sentral Tiongkok (People’s Bank of Tiongkok/PBoC) Yi Gang. Dok;AFP.

Nusa Dua: Gubernur Bank Sentral Tiongkok (People’s Bank of Tiongkok/PBoC) Yi Gang menyatakan perang dagang yang diserukan oleh Amerika Serikat memberikan dampak yang signifikan bagi ekonomi negaranya.

Yi mengatakan dampak yang dirasakan Tiogkok terutama pada ekspor. Sebab ekspor Tiongkok jumlahnya sangat besar sehingga apabila ada perang dagang yang berimbas kepada penaikan tarif maka perekonomian global akan sangat terpukul.

“Saya pikir downsize risk dari tensi perdagangan ini sangat signifikan,” kata Yi dalam seminar internasional negara-negara group 30 (G30), di Nusa Dua, Bali, Minggu, 14 Oktober 2018.

Yi juga sepakat dengan pernyataan dana moneter internasional (IMF) terkait dampak perang dagang. IMF yang menyatakan bahwa perang dagang berimbas pada penurunan pertumbuhan ekonomi.

“Saya pikir tensi perdagangan telah berdampak negatif terhadap ketidakpastian dan memunculkan prediksi yang negatif,” jelas dia.

Sebelumnya IMF memperkirakan ketegangan perdagangan saat ini bisa menurunkan produk domestik bruto (PDB) global sebanyak satu persen dalam dua tahun mendatang.

IMF pun telah menurunkan proyeksi yang lebih rendah di 2019 untuk ekonomi Tiongkok. Perang dagang pun menjadi pemicunya.

“Proyeksi kami terhadap pertumbuhan ekonomi Tiongkok lebih rendah di 2019, karena tarif impor USD200 miliar yang diberlakukan Amerika Serikat (AS) untuk Tiongkok,” tutur Chief Economist IMF Maurice Obstfeld.

(SAW)