Bank Sentral Dunia Bahas Langkah Kebijakan Moneter

Nusa Dua: Pemimpin bank sentral yang berpengaruh dalam arus likuiditas global berkumpul di Nusa Dua, Bali, untuk membahas respons dalam menyikapi ketidakpastian ekonomi global, terutama untuk membendung dampak perang dagang yang berkelanjutan terhadap pasar finansial.

Gubernur BI Perry Warjiyo kembali menekankan fundamental ekonomi Indonesia kokoh dan reformasi struktural terus berjalan. “Saya harap Anda bisa melihat dan mengatakan kepada dunia, ekonomi Indonesia kokoh, ressilent, dan terus melanjutkan reformasi struktural,” ujarnya, seperti dikutip dari Antara, Senin, 15 Oktober 2018.

Sementara itu, Gubernur bank sentral Tiongkok Yi Gang, salah satu penentu kebijakan yang sangat ditunggu-tunggu pernyataannya dalam forum ini, memaparkan ekonomi global memang masih dibayangi ketidakpastian. Tensi perang dagang menjadi salah satu tantangan utama.

Yi Gang menyuarakan nada yang sama dengan laporan Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) beberapa waktu lalu bahwa perang dagang bisa menghadirkan ekspetasi pasar yang negatif. Tentu diharapkan ada upaya untuk menekan perang dagang tersebut.

Kebijakan moneter Tiongkok di tengah dampak perang dagang, kata Yi Gang, masih netral. Posisi kebijakan moneter negara raksasa ekonomi Asia itu tidak cenderung longgar maupun ketat. Dalam hal ini, Tiongkok terus berupaya memacu pertumbuhan ekonomi.

“Anda dapat melihat Tiongkok masih memiliki ruang cukup untuk penyesuaian kebijakan,” pungkas Yi Gang.

(ABD)