Di Tengah Ketidakpastian, Tiongkok Diyakini Memiliki Ketahanan Ekonomi

Beijing: Di tengah lanskap internasional yang rumit dan perubahan baru dalam ekonomi domestik Tiongkok, para ahli di seluruh dunia percaya bahwa Pemerintah Tiongkok memiliki alat kebijakan untuk memanfaatkan dinamisme yang melekat untuk menjamin pertumbuhan ekonomi kuat dan tangguh.

Mengutip Xinhua, Senin, 15 Oktober 2018, ucapan-ucapan ini datang menyusul usulan terbaru Pemerintah Tiongkok tentang target untuk menstabilkan lapangan kerja, keuangan, perdagangan luar negeri, dan investasi asing, investasi, dan harapan yang secara kolektif dikenal sebagai enam kestabilan.

Sejak awal tahun ini, terlepas dari fluktuasi indikator ekonomi tertentu, ekonomi Tiongkok telah mencatat pertumbuhan stabil, dengan empat indikator makroekonomi utama yakni pertumbuhan ekonomi, pekerjaan, CPI, dan neraca pembayaran internasional pada dasarnya memenuhi harapan.

Sementara itu, dalam laporan World Economic Outlook terbaru yang dirilis pada 8 Oktober, Dana Moneter Internasional (IMF) telah mempertahankan perkiraan pertumbuhan ekonomi Tiongkok tidak berubah pada 6,6 persen. Kepala Ekonom IMF Maurice Obstfeld mengatakan ekonomi Tiongkok memiliki kinerja yang kuat pada semester pertama tahun ini.

“Dan bahwa angka-angka terbaru yang mungkin tidak begitu ideal masih sesuai dengan harapan, mengingat langkah-langkah seperti memperkuat pengawasan keuangan dan mencegah risiko akan menyeret turun pertumbuhan ekonomi pada tingkat tertentu,” tuturnya.

Direktur Departemen Asia dan Pasifik IMF Changyong Rhee menambahkan perlambatan pertumbuhan ekonomi Tiongkok adalah hasil dari inisiatif pemerintah untuk melakukan deleverage dan mengatur ekonomi, yang sebenarnya merupakan perlambatan kualitas tinggi.

Pemerintah Tiongkok merangkul perubahan dan memiliki pemahaman yang matang dan masuk akal tentang pembangunan ekonomi, seperti yang ditunjukkan oleh penyesuaian kebijakan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir, kata pakar seraya menambahkan bahwa penyesuaian ini akan menguntungkan ekonomi Tiongkok dalam jangka panjang.

(ABD)