Emas Dunia Tertopang Pelemahan USD

Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Chicago: Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange menguat pada perdagangan Senin waktu setempat di tengah ketegangan seputar hilangnya seorang wartawan Saudi dan dolar AS yang melemah.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik USD8,3 atau 0,68 persen menjadi USD1.230,30 per ons. Demikian dilansir dari Xinhua, Selasa, 16 Oktober 2018.

Sementara itu, indeks dolar AS, indeks greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, turun 0,36 persen menjadi 95,00 pada 1631 GMT. Ketika dolar turun, emas biasanya naik karena membuat emas yang dihargakan dalam dolar lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Adapun untuk harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 9,2 sen atau 0,63 persen menjadi USD14,727 per ons. Platinum untuk pengiriman Januari 2019 naik USD6,30 atau 0,75 persen menjadi USD846,30 per ons.

Jamal Khashoggi, seorang wartawan dan kolumnis Saudi untuk Washington Post, telah hilang setelah dia memasuki Konsulat Saudi di Istanbul awal bulan ini. Turki yakin jurnalis itu dibunuh ketika berada di dalam konsulat, tetapi Arab Saudi sejauh ini membantah tuduhan tersebut.

Presiden AS Donald Trump telah mengirim Sekretaris Negara Mike Pompeo ke Arab Saudi. Sementara itu, tim Turki memasuki konsulat Saudi di Istanbul pada Senin malam waktu setempat untuk melakukan pencarian atas hilangnya Khashoggi.

Insiden ini telah menyebabkan meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi, Turki dan kekuatan barat, memicu mentalitas safe-haven di kalangan investor.

(AHL)