Harga Minyak Reli di Tengah Ketegangan AS-Saudi

New York: Harga minyak dunia terus meningkat pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Hal itu terjadi karena investor khawatir pemberian sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Iran dan ketegangan antara AS dan Arab Saudi atas hilangnya seorang wartawan Arab Saudi dapat memengaruhi pasokan minyak mentah global.

Mengutip Xinhua, Rabu, 17 Oktober 2018, West Texas Intermediate untuk pengiriman November naik USD0,14 untuk menetap di USD71,92 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember bertambah USD0,63 menjadi USD81,41 per barel di London ICE Futures Exchange.

Laporan bahwa ekspor minyak mentah Iran mungkin turun lebih cepat dari yang diperkirakan menjelang sanksi baru AS di Tehran dari 4 November memberikan dukungan untuk harga minyak.

Menurut laporan media, dalam dua minggu pertama Oktober, Iran mengekspor hampir 1,5 juta barel per hari (bpd) minyak mentah, yang merupakan penurunan tajam dari 2,5 juta bpd pada April sebelum Presiden AS Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir dengan Iran pada Mei dan memerintahkan pengenaan sanksi kembali.

Sementara itu, pedagang terus mengawasi hubungan antara Amerika Serikat dan Arab Saudi setelah hilangnya jurnalis. Pedagang khawatir bahwa ketegangan yang memburuk antara kedua negara dapat mengakibatkan pembatasan produksi minyak mentah global.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average melambung 547,87 poin atau 2,17 persen, menjadi berakhir di 25.798,42 poin. Indeks S&P 500 meningkat 59,13 poin atau 2,15 persen, menjadi ditutup di 2.809,92 poin. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 214,75 poin atau 2,89 persen, menjadi berakhir di 7.645,49 poin.

Indeks utama saham-saham berkapitalisasi besar semua memiliki hari terbaik mereka sejak Maret. UnitedHealth dan Nike adalah pemain terbaik di Dow. Saham kedua perusahaan tersebut masing-masing meningkat 4,73 persen dan 3,32 persen pada penutupan perdagangan.

(ABD)