Trump Sebut Federal Reserve sebagai Ancaman Terbesar

Presiden AS Donald Trump bersalaman dengan Ketua Fed Jerome Powell (AFP/SAUL LOEB)

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengkritik Federal Reserve. Kali ini, The Fed dianggap sebagai ancaman terbesarnya. Trump menindaklanjuti keluhan sebelumnya kepada the Fed bahwa suku bunga acuan meningkat terlalu cepat.

“Ancaman terbesar saya adalah the Fed, karena the Fed menaikkan suku bunga terlalu cepat,” kata Trump, seperti lansir AFP, Rabu, 17 Oktober 2018.

Trump mengakui bahwa bank sentral memiliki posisi independen. Pandangan itu yang membuat Trump tidak langsung melontarkan keluhannya kepada the Fed. “Jadi saya tidak berbicara dengan mereka, tetapi kemudian mengkritik langsung Ketua Fed Jerome Powell, yang harus lebih lambat menghadapi kenaikan suku bunga,” kata Trump.

“Ini terlalu cepat, karena Anda melihat angka inflasi terakhir dan mereka sangat rendah,” tambah Trump.

The Fed telah menaikkan suku bunga acuan sebanyak tiga kali di tahun ini karena berusaha untuk mencegah ekonomi yang dinamis dari overheating. Presiden AS biasanya tetap diam pada isu-isu seperti itu sehubungan dengan kemerdekaan the Fed. Sedangkan Trump justru sebelumnya telah menyebut kebijakan the Fed terbilang ‘gila’.

Presiden The Federal Reserve New York John Williams sebelumnya menyatakan normalisasi kebijakan moneter Amerika Serikat sudah berada di tahap akhir dan akan memasuki fase normal. Namun demikian, panduan untuk menyusun kebijakan suku bunga AS tidak berubah.

“Dua mandat bank sentral itu adalah mencapai angka tenaga kerja yang maksimum dan stabilitas harga yang ditandai dari laju inflasi terkendali,” kata John Williams.

Panduan atau formula kebijakan suku bunga AS itu adalah dua tujuan mandat bank sentral AS dan juga data ekonomi terbaru. Dia mengatakan the Fed dalam pernyataan terakhirnya memang telah merampingkan pernyataannya dan hanya memaparkan sedikit panduan ke depan tentang jalur kebijakan masa depan.

(ABD)